DPRD Belitung Timur Kunker ke DPP HNSI

JAKARTA, jurnal-ina.com – Rombongan anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan kunjungan kerja dalam rangka koordinasi, kerjasama dan mengawal sejumlah isu serta program perikanan kelautan ke kantor sekretariat DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jumat (29/8/2025) pagi di Jakarta.

Kedatangan rombongan anggota DPRD Belitung Timur ini dipimpin oleh Dwi Nanda Putra (Wakil Ketua 1), beserta Agus Firmansyah (Wakil Ketua 2), Ismansyah (Ketua Komisi 2), Tjong Jung Min, Sardidi, Candra Aryaputra, Subandri, Aprialdi B.M.Simbolon dan wan Rahmawan.

Sedangkan jajaran pengurus DPP HNSI selaku tuan rumah dipimpin oleh Sekjen Lydia Assegaf, beserta pengurus lainnya Roby Nurhadi,Scarpiandy, Bagus Rudiyono,Ruhan T, Ndaru, Sayid Fadhil, Ita Junita dan Fendy.

Pada kesempatan pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu, Dwi Nanda menyampaikan sejumlah isu terkait sektor kelautan perikanan dan kelangsungan aktivitas nelayan di perairan Belitung Timur.

Yang pertama, menurut Dwi, efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat dengan memangkas hingga 20% dana transfer daerah menyebabkan sejumlah program kerja yang sudah direncanakan oleh Bupati tidak bisa berjalan maksimal dan berimbas terganggunya program kerja yang terkait dengan nelayan.

Saat ini, lanjutnya, para nelayan di Beltim membutuhkan sarana berupa perahu, alat tangkap dan pelabuhan perikanan.

“Dalam Bentuk Proposal”

“Semua kebutuhan tersebut sudah kami sampaikan dalam bentuk proposal kepada Kementerian terkait dan kami mohon bisa dibantu penguatan dan percepatan realisasinya dari teman-teman HNSI yang memiliki akses ke instansi pemerintah tersebut,” ujar Dwi.

Pada bagian lain, Ismansyah selaku Ketua Komisi 2 DPRD Belitung Timur juga menyampaikan potret “ketidakadilan” yang dirasakan masyarakat nelayan setempat dalam bentuk DBH (dana bagi hasil). Padahal lebih kurang 30% populasi penduduk Beltim adalah berprofesi sebagai nelayan dan mereka telah memberi kontribusi terhadap produksi ikan yang cukup signifikan.

“Sementara di sektor lain seperti perkebunan sawit misalnya telah direalisasi dana bagi hasil yang dirasakan oleh petani sawit setempat,” ungkapnya.

Merespon beberapa permintaan dan usulan yang disampaikan para anggota DPRD Belitung Timur, Sekjen HNSI Lydia Assegaf menyampaikan kedatangan teman-teman wakil rakyat dari Beltim ini sudah tepat karena HNSI ini merupakan “rumah besar” bagi para nelayan dan semua stakeholder perikanan Indonesia.

Selanjutnya, menurut Lydia, pihaknya segera menindaklanjuti dengan membentuk tim kecil yang bertugas melakukan kajian dan analisis secara komprehensif sehingga bisa menjadi “action plan” dan solusi yang pro nelayan.

“Ke depan juga kita akan membentuk koperasi nelayan yang beranggotakan para nelayan hingga di level akar rumput sehingga bisa menjadi wadah gotong royong yang secara ekonomi bisa menaikkan taraf kesejehteraan nelayan kita di daerah,” pungkasnya.

RM

Pertemuan Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur, Babel dengan eksekutif DPP HNSI di Jakarta pada Jumat (29/8/2025). Foto: RM.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *