1st Fujairah Global Chess Championship: Nayaka Menang, Adit Kalah

FUJAIRAH, jurnal-ina.com – IM Nayaka Budhidharma (2.389) menaklukkan pecatur remaja putri Kazakhstan WIM Amina Kairbekova (2.297) pada langkah 57 pertahanan Sicilia variasi Tertutup, pada babak kelima 1st Fujairah Global Chess Championship di Fujairah Chess & Culture Club, Uni Emirat Aran, Kamis (28/8/2025).

Pertarungan mereka seru penuh adu taktik. Amina walau pegang Hitam aktif menyerang dari sayap-raja, sementara Nayaka membalas di sentrum. Keduanya sama-sama melancarkan korban perwira, tapi pada akhirnya Nayaka lebih akurat. Kombinasi kerjasama Menteri dan Bentengnya lebih cepat menerobos ke baris akhir dan mengancam mat. Amina pun menyerah.

Kabid Binpres PB Percasi, Kristianus Liem yang mendampingi pecatur di Fujairah, menilai, penampilan Nayakan dan rekannya IM Aditya Bagus Arfan, mesih naik turun. Artinya, belum stabil seperti harapan induk organisasi catur nasional itu.

Sebaliknya partai IM Read Samadov (2.522) dari Azerbaijan melawan IM Aditya Bagus Arfan berjalan tergolong tenang sesuai teori pembukaan Gambit Menteri Diterima variasi Klasik. Namun Adit harus mengakui ketajaman berpikir lawannya.

Sama Memiliki Benteng

Praktis sejak langkah 23 sudah memasuki permainan akhir sama-sama memiliki Benteng dan Gajah dengan tiga bidak juga. Bedanya bidak Read terpecah dua pulau lajur a-b dan f-g-h, sedang Adit terpecah tiga pulau (lajur a-b, lajur e-f dan lajur h). Secara teori tentu saja Read sedikit lebih baik, tapi biasanya keunggulan itu terlalu tipis untuk jadi kemenangan.

Read yang memiliki rating Grandmaster tentu tidak ingin remis, apalagi dia bisa meneruskan upayanya tanpa risiko kalah. Harapannya lawan yang rating-nya 123 poin lebih rendah akan membuat kesalahan. Usahanya ternyata tidak sia-sia. Akhirnya Adit melakukan kesalahan juga pada langkah 41…Bb5+ yang membantu Gerak maju Raja lawannya yang memang mau berpindah ke sayap-raja untuk membantu dua bidak bebasnya di lajur-f dan h bergerak maju promosi.

Padahal ada tiga lanjutan lain yang masih memberikan keseimbangan 41…a4, 41…Bb6 dan 41…Rg8. Apa boleh buat, Read memang lebih matang dan rating-nya tidak bohong. Adit berusaha keras terus bertahan tapi akhirnya pada langkah 79 dia harus menyerah juga.

Kini Nayaka dan Adit kembali sama mengumpulkan 2,5 poin. Babak enam mereka akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur Iran lagi FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2.283) di meja 54, sedang Nayaka bertemu FM Jin Hongtao (2.293) dari China di meja 55.

Robet

Aditya Bagus Arfan (kanan) menghadapi pecatur Azerbaijan IM Read Samadov yang memiliki rating Grandmaster. Dan Adit kalah. Foto: Kristianus Liem.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *